Mengapa Harus Quality control

11 Desember 2021

 
Menurut Eurachem, yang dimaksud dengan jaminan kualitas (QA) adalah tindakan yang direncanakan sistematis diperlukan untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa suatu produk atau jasa akan memenuhi persyaratan untuk kualitas yang diberikan. Sedangkan, Quality control (QC) adalah kegiatan yang sehari-hari dilakukan seperti, operasional teknik dan kegiatan yang digunakan untuk memenuhi persyaratan kualitas.
Secara singkat definisi dari ISO 9000:2000 menjelaskan bahwa QC terfokus terhadap pemenuhan persyaratan mutu (produk/service). Sedangkan definisi QA, Quality assurance part of quality management focused on providing confidence that quality requirements will be fulfilled. Jika diterjemahkan definisi tersebut QA terfokus pada pemberian jaminan/keyakinan bahwa persyaratan mutu akan dapat dipenuhi
Kualitas dapat diartikan sebagai tingkat baik atau buruknya suatu produk yang dihasilkan dan apakah produk yang dihasilkan tersebut sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan ataupun kesesuaiannya terhadap kebutuhan. Untuk menjaga dan meningkatkan kualitas, perusahaan manufaktur (produsen) umumnya akan menggunakan dua teknik yaitu teknik pengendalian kualitas (Quality Control) dan teknik penjaminan kualitas (Quality Assurance). Kedua teknik tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa produk akhir atau layanan memenuhi persyaratan dan standar kualitas yang ditetapkan.
 
A. Peran Quality Control (QC) Dalam Perusahaan 
 
       QC bisa disebut sebagai operator atau juga eksekutor, dimana QC melakukan inspeksi terhadap produk. Kegiatan-kegiatan inspeksi dan uji (in-coming, in-process, outgoing) termasuk kategori QC. QC melakukan tugasnya ketika proses produksi berlangsung. QC akan memastikan bahwa produk diinspeksi dan jika terdeteksi adanya ketidaksesuaian, maka akan ditindaklanjuti dan dibuatkan laporan. Sedangkan QA melakukan tugasnya sebelum proses berlangsung. QA akan membuat perencanaan, membuat prosedur, dan spesifikasi/standar proses dan produk yang akan diperuntukan untuk QC tujuannya agar dapat mencegah terjadinya ketidaksesuaian.
       QA lebih banyak bekerja di ruang office dan lingkup kerjanya lebih luas di area industri, tidak turun langsung ke proses, dan umumnya memiliki skill pemeriksaan yang baik dan menulis prosedur serta familiar dengan standar engineering dan industry. Sedangkan QC lebih banyak turun langsung ke proses untuk melakukan pemeriksaan dan membuat laporan pengecekan.
       Untuk memastikan bahwa mutu itu terpenuhi diperlukan kerjasama yang baik dan seimbang antara QC dan QA. QC akan memantau,mengevaluasi agar persyaratan mutu yang ditetapkan tercapai (product, process, service, inspection, testing, sampling, measurement dan calibration). Sedangkan QA akan merencanakan secara sistematis dan mendemonstrasikan untuk memberikan keyakinkan kepada pelanggan bahwa peryaratan yang ditetapkan akan dijamin tercapai. Jadi kesimpulannya, Secara garis besar QA membuat sistem pemastian mutu, sedangkan QC memastikan ouput dari sistem itu memang benar-benar memenuhi persyaratan mutu.
 
B. Teknik dan Alat yang digunakan Quality Control (QC)
 
       Terdapat tiga teknik Quality Control yang umum digunakan oleh sebuah perusahaan manufakturing yaitu Inspeksi (Inspection), pengambilan sample secara statistik (Statistical Sampling) dan Tujuh alat pengendalian kualitas (QC Seven Tools).
  1. Inspeksi atau Inspection adalah menguji produk-produk yang akan dikirim ke pelanggan untuk memastikan tidak ada yang cacat dan sesuai dengan persyaratan kualitas yang telah ditentukan.
  2. Statistical Sampling adalah memilih sejumlah unit/produk secara acak dari suatu batch atau lot untuk diperiksa kembali dengan tujuan untuk memastikan produk yang akan dikirimkan tersebut tidak terdapat produk cacat dan sesuai dengan persyaratan kualitas yang ditentukan.
  3. QC Seven Tools atau Tujuh alat pengendalian kualitas terdiri dari Histogram, Scatter Diagram, Control Chart, Check Sheet, Pareta Diagram, Cause and Effect Diagram dan Flow Chart. Alat-alat tersebut digunakan untuk membantu menemukan ketidaksesuai dan kecacatan pada produk.
 
C. Tugas dan Tanggung Jawab Quality Control (QC)
  1. Mendokumentasi inspeksi dan juga tes pada suatu produk perusahaan.
  2. Menganalisis, memantau, kemudian menguji serta juga meneliti seluruh produk.
  3. Merekomendasikan terhadap suatu perusahaan agar melakukan pengolahan ulang pada setiap produk yang akan memiliki kualitas rendah.
  4. Memonitoring suatu proses dalam pembuatan produk.
  5. Melakukan sebuah verifikasi terhadap kualitas produk.
  6. Memantau sebuah perkembangan seluruh produk yang diproduksi.
  7. Memastikan setiap barang yang telah diproduksi telah memiliki kualitas yang telah memenuhi stsobatr yang ditetapkan suatu perusahaan.
  8. Melakukan berbagai analisis serta mendokumentasikan sebuah produk yang dapat digunakan kembali sebagai referensi mendatang.
 
D. Tujuan Quality Control
  1. Memberikan sebuah kualitas atau quality produk dan aktifitas kerja.
  2. Mengontrol biaya atau juga cost.
  3. Ketepatan dalam penyampaian atau delivery.
  4. Menjamin suatu keselamatan atau Safety.
  5. Evironment atau juga ramah lingkungan.
  6. Memenuhi suatu keinginan customer terhadap suatu produk dan service.
  7. Menghasilkan sebuah kualitas produk yang sangat baik dan ramah lingkungan.
 
E. Fungsi Quality Control
  1. Melakukan sebuah pemantauan pada suatu proses produksi dari awal proses sampai menjadi barang jadi.
  2. Memberitahukan kepada para Supervisor Quality Control apabila ada ketidak sesuaian proses.
  3. Meluluskan suatu produk jadi atau finish goods.
  4. Melakukan pada suatu pengambilan sample per tinggal (retain).
  5. Membuat sebuah laporan pengamatan proses harian.
  6. Melaksanakan berbagai tugas-tugas lainya yang di berikan oleh supervisor Quality Control.
  7. Untuk dapat memastikan produk dan jasa yang sudah di rancang dan di produksi sehingga telah memenuhi persyaratan dari pelanggan atau para produsen itu sendiri.
 
F. Syarat Menjadi Quality Control (QC)
 
       Saat ini mungkin banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga QC, dan mereka mencari individu yang berkompeten baik secara pendidikan maupun skill. Jika ingin menjadi QC maka harus berpendidikan diploma atau sarjana, memiliki suatu keterampilan komunikasi yang baik lisan dan tertulis dan harus baik dalam sebuah perhitungan aritmatika dan memiliki suatu bakat mekanik bila diperlukan.
Kemudian biasanya harus bengalaman lebih dari 2 tahun biasanya diperlukan untuk dapat menjadi QC di lapangan diperlukan, menggunakan komputer dan utilitas.
       Dengan sebuah program pelatihan dan sertifikasi yang ditawarkan oleh organisasi-organisai internasional dapat membantu untuk mendapatkan sebuah pekerjaan sebagai QC.Untuk dapat memiliki pengetahuan kerja departemen lain dari suatu perusahaan dan aturan dan peraturan yang dapat membantu untuk dapat mempertahankan kualitas dengan cara yang lebih efektif.
 

Hallo !

Pilih salah satu tim Marketing kami

Marketing Nira Sekar
6281392457755
Marketing Lala Zhaveera
628113552471
PT Narada Katiga Nusantara
Hai, apakah membutuhkan informasi?
×
Membutuhkan informasi?