Mengetahui Jenis, Fungsi, Cara Penggunaan, Perawatan Serta Cara Pengisian Ulang APAR

03 Maret 2021

Alat Pemadam Api Ringan atau yang biasa kita sebut APAR adalah alat yang digunakan untuk memadamkan api atau mengendalikan kebakaran kecil. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada umumnya berbentuk tabung yang diisikan dengan bahan pemadam api yang bertekanan tinggi. Dari segi aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), APAR merupakan peralatan wajib yang harus dilengkapi oleh setiap perusahaan dalam mencegah terjadinya kebakaran yang dapat mengancam keselamatan pekerja dan aset perusahaan.

Sebagai petugas HSE sangat penting untuk mengetahui APAR dengan detail.
 

Jenis dan Fungsi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Berdasarkan bahan pemadam api yang digunakan, APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dapat digolongkan menjadi beberapa jenis. Terdapat 4 jenis APAR yang paling umum digunakan, yaitu :

  1. Alat Pemadam Api (APAR) Air / Water
    APAR jenis ini berisi air. APAR Air ini merupakan jenis APAR yang paling Ekonomis dan cocok untuk memadamkan api yang disebabkan oleh bahan-bahan padat non-logam seperti kertas, kain, karet, plastik dan lain sebagainya (Kebakaran Kelas A). Tetapi akan sangat berbahaya jika dipergunakan pada kebakaran yang dikarenakan instalasi listrik yang bertegangan (Kebakaran Kelas C).
     
  2. Alat Pemadam Api (APAR) Busa / Foam (AFFF)
    APAR jenis ini adalah APAR yang terdiri dari bahan kimia yang dapat membentuk busa. Busa AFFF (Aqueous Film Forming Foam) yang disembur keluar akan menutupi bahan yang terbakar sehingga oksigen tidak dapat masuk untuk proses kebakaran. APAR Jenis Busa AFFF ini efektif untuk memadamkan api yang ditimbulkan oleh bahan-bahan padat non-logam seperti kertas, kain, karet dan lain sebagainya (Kebakaran Kelas A) serta kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan cair yang mudah terbakar seperti minyak, alkohol, solvent dan lain sebagainya (Kebakaran Jenis B).
     
  3. Alat Pemadam Api (APAR) Serbuk Kimia / Dry Chemical Powder
    APAR Jenis Serbuk Kimia atau Dry Chemical Powder Fire Extinguisher ini terdiri dari serbuk kering kimia yang merupakan kombinasi dari mono-amonium danammonium sulphate. Serbuk kering kimia yang dikeluarkan akan menyelimuti bahan yang terbakar sehingga memisahkan oksigen yang merupakan unsur penting terjadinya kebakaran. APAR jenis Dry Chemical Powder ini merupakan alat pemadam api yang serbaguna karena efektif untuk memadamkan kebakaran di hampir semua kelas kebakaran seperti Kelas A, B dan C.

    APAR Jenis Dry Chemical Powder tidak disarankan untuk digunakan dalam Industri karena akan mengotori dan merusak peralatan produksi di sekitarnya. APAR Dry Chemical Powder umumnya digunakan pada mobil.
     
  4. Alat Pemadam Api (APAR) Karbon Dioksida / Carbon Dioxide (CO2)
    APAR Jenis Karbon Dioksida (CO2) adalah jenis APAR yang menggunakan bahan karbon dioksida (Carbon Dioxide / CO2) sebagai bahan pemadamnya.  APAR Karbon Dioksida sangat cocok untuk Kebakaran Kelas B (bahan cair yang mudah terbakar) dan Kelas C (instalasi listrik yang bertegangan).
     

Bagaimana Cara Menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan)?

Untuk mempermudah dalam mengingat proses ataupun cara penggunaan Alat Pemadam Api, kita dapat menggunakan singkatan T.A.T.A. yaitu :

  1. TARIK pin pengaman (Safety Pin) APAR
     
  2. ARAHKAN Nozzle atau pangkal selang ke sumber api (area kebakaran)
     
  3. TEKAN pemicu untuk menyemprot
     
  4. AYUNKAN ke seluruh sumber api (area kebakaran)

 

APAR juga memiliki ketentuan pemasangannya, yaitu :

  • Posisi APAR harus mudah dilihat, mudah dicapai dan diambil serta dilengkapi tanda pemasangan.
  • Tinggi pemberian tanda pemasangan adalah 125 cm dari lantai tepat diatas APAR yang bersangkutan.
  • Bagian paling atas APAR harus berada pada ketinggian 120 cm dari lantai, kecuali jenis CO2 dan tepung kering (dry chemical) dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat jarakdasar APAR tidak kurang dari 15 cm darilantai.
  • Semua tabung APAR sebaiknya berwarna merah.
  • APAR harus digantung pada dinding dengan penguat sekang atau konstruksi lainnya tanpa dikunci atau diikat mati.
  • APAR tidak boleh dipasang ditempat yang bersuhu lebih dari 490C atau turun sampai minus 440C.
  • Jika ditempatkan pada alam terbuka, APAR harus dilindungi tutup pengaman.

 

APAR juga harus dirawat agar awet dan tahan lama.

Bagaimana Cara Perawatannya?

  1. Melakukan perawatan secara teratur
    Cara merawat alat pemadam yang pertama adalah dengan melakukan perawatan secara teratur pada permukaan APAR. Anda bisa membersihkan permukaan alat pemadam api ringan dengan menggunakan kain setengah basah. Apabila APAR mengalami karat Anda bisa menyertakan alat pembersih karat setelah mengelapnya dengan kain setengah basah dengan waktu teratur.
     
  2. Pastikan Anda memeriksa bagian leher
    Cara merawat alat pemadam yang kedua apabila Anda menggunakan alat pemadam api ringan yang memiliki leher pastikan Anda memeriksa bagian leher dengan teratur agar Anda mengetahui apakah terjadi kebocoran atau tidak.
     
  3. Melakukan pemeriksaan pada jarum tekanan
    Cara merawat alat pemadam yang ketiga adalah dengan melakukan pemeriksaan pada jarum tekanan. Anda harus pastikan tekanan yang ada pada jarum berada di posisi 15 sampai dengan 20 bar. Pengecekan ini harus dilakukan secara teratur karena akan berpengaruh pada APAR saat akan digunakan dalam kebutuhan mendesak. Pastikan jangan sampai kurang dari 15 atau lebih dari 20, apabila kurang dan kelebihan APAR tidak akan berfungsi dengan optimal.
     
  4. Hindarkan tabung dari sinar matahari langsung
    Cara merawat alat pemadam yang ke empat adalah hindarkan tabung alat pemadam api ringan dari sinar matahari langsung. Selain sinar matahari Anda juga harus menghindarkan alat pemadam api ringan dari hujan karena yang biasa terkena panas dan hujan akan mengalami pengeroposan pada tabung alat pemadam api ringan. Anda bisa menggunakan penutup agar APAR terhindar dari sinar matahari dan hujan sehingga dapat tahan lama.
     
  5. Pastikan bracket terkait dengan sempurna pada dinding
    Cara merawat alat pemadam yang ke lima adalah pastikan bracket terkait dengan sempurna pada dinding. Alat pemadam kebakaran portabel biasa diletakkan menggantung pada sisi ruangan agar memudahkan pengambilan saat dibutuhkan. Untuk itu perawatan bagian penggantung juga dibutuhkan agar alat pemadam api ringan tidak tiba-tiba jatuh.
     
  6. Memastikan apakah roda bisa berfungsi
    Cara merawat alat pemadam yang ke enam khusus untuk APAR yang menggunakan troli yaitu Anda harus memastikan apakah roda bisa berfungsi dengan baik. Hal in dilakukan untuk menghindari terjadinya kemacetan roda. Dari sini Anda juga bisa menilai apakah APAR troli yang Anda gunakan bisa berfungsi dengan baik saat dibutuhkan dalam keperluan mendesak.
     
  7. Pastikan APAR berada di kondisi yang baik
    Cara yang terakhir pastikan bahwa APAR berada di kondisi yang baik dengan melakukan pengisian ulang 4 tahun sekali meski tidak digunakan. Karena walaupun tidak digunakan APAR akan mengalami pemuaian yang cukup signifikan sehingga tetap membutuhkan isi ulang minimal 4 tahun sekali agar berfungsi dengan baik saat digunakan.

    Untuk melakukan pembersihan dan pengecekan fungsi Anda dapat melakukannya setidaknya 1atau 2 bulan sekali agar alat pemadam bisa berfungsi dengan optimal saat dibutuhkan.

 

Pengisian Ulang APAR

  • Setiap tabung alat pemadam api ringan harus diisi kembali dengan cara:
  1. untuk asam soda, busa, bahan kimia, harus diisi setahun sekali;
  2. untuk jenis cairan busa yang dicampur lebih dahulu harus diisi 2 (dua) tahun sekali;
  3. untuk jenis tabung gas hydrocarbon berhalogen, tabung harus diisi 3 (tiga tahun sekali, sedangkan jenis Iainnya diisi selambat-lambatnya 5 (lima) tahun.
  • Bagian dalam dari tabung APAR hydrocarbon berhalogen atau tepung kering (dry chemical) harus benar-benar kering sebelum diisi kembali
     
  • Alat pemadam api ringan jenis cairan dan busa diisi kembali dengan cara:
    1. Bagian dalam dari tabung alat pemadam api jenis cairan dan busa (chemical, harus dicuci dengan air bersih)
    2. Saringan, bagian dalam tabung, pipa pelepas isi dalam tabung dan alat-alat expansi tidak boleh buntu atau tersumbat.
    3. Pengisian ulang tidak boleh melewati tanda batas yang tertera.
    4. Setiap melakukan penglarutan yang diperlukan, harus dilakukan dalam bejana yang tersendiri.
    5. Larutan sodium bicarbonat atau larutan lainnya yang memerlukan penyaringan pelaksanaannya dilakukan secara menuangkan kedalam tabung melalui saringan.
    6. Timbel penahan alat lainnya untuk menahan asam atau larutan garam asam ditempatkan kembali ke dalam tabung.
    7. Timbel penahan yang agak longgar harus diberi lapisan tipis/petroleum jelly sebelum dimasukan.
    8. Tabung gas sistim dikempa harus diisi dengan gas atau udara sampai pada batas tekanan kerja, kemudian ditimbang sesuai dengan berat isinya termasuk lapisan zat pelindung.
  • Alat pemadam api ringan jenis hydrocarbon berhalogen harus diisi kernbali dengan cara:
    1. Untuk tabung gas bertekanan, harus diisi dengan gas atau udara kering sampai batas tekanan kerjanya.
    2. Tabung gas bertekanan dimaksud harus ditimbang dan lapisan cat pelidung dalam keadaan baik.
    3. Jika digunakan katup atau pen pengaman, katup atau pen pengaman tersebut harus sudah terpasang sebelum tabung dikembalikan pada kedudukannya.
       
  • Alat pemadam api ringan jenis tepung kering (dry chemical) harus diisi dengan cara:
    1. Dinding tabung dan mulut pancar (nozzle) dibersihkan dan tepung kening (dry chemical) yang melekat;
    2. Ditiup dengan udara kering dan kompressor;
    3. Bagian sebelah dalam dari tabung harus diusahakan selalu dalam keadaan kering;
    4. Untuk tabung gas bertekanan harus ditimbang dan lapisan cat perlindungan harus dalam keadaan baik.
    5. Katup atau pen pengaman harus sudah terpasang sebelum tabung dikembalikan pada kedudukannya.
       
  • Semua alat pemadam api ringan sebelum diisi kembali, harus dilakukan pemeriksaan sesuai ketentuan pemeriksaan 6 bulan dan 12 bulan, dan kemungkinan harus dilakukan tindakan sebagai berikut:
    1. Isinya dikosongkan secara normal;
    2. Setelah seluruh isi tabung dialihkan keluar, katup kepala dibuka dan tabung serta alat-alat diperiksa.
       
  • Apabila dalam pemeriksaan alat-alat tersebut terdapat adanya cacat yang menyebabkan kurang amannya alat pemadam api dimaksud, maka segera harus diadakan penelitian.
     
  • Bagian dalam dan luar tabung, harus diteliti untuk memastikan bahwa tidak terdapat tubanglubang atau cacat karena karat.
     
  • Setelah cacat-cacat tersebut yang mungkin mengakibatkan kelemahan konstruksi diperbaiki, alat pemadam api harus diuji kembali dengan tekanan.
     
  • Ulir tutup kepala harus diberi gemuk tipis, gelang tutup ditempatkan kembali dan tutup kepala dipasang dengan mengunci sampai kuat.
     
  • Apabila gelang tutup terbuat dari karet, harus dijaga gelang tidak terkena gemuk.
     
  • Tanggal, bulan dan tahun pengisian, harus dicatat pada badan alat pemadam api ringan tersebut.
     
  • Alat pemadam api ringan ditempatkan kembali pada posisi yang tepat.
     
  • Penelitian berlaku juga terhadap jenis yang kedap tumpah dan botol yang dipecah.
     
  • Pengisian kembali alat pemadam api jenis carbon dioxida (CO2) dilakukan sesuai dengan ketentuan diatas.

 

Itulah beberapa hal tentang APAR yang harus Anda ketahui sebagai petugas K3 atau HSE.

Semoga bermanfaat.

 

Jika Anda ingin mempelajari bidang K3 lebih dalam lagi, Anda dapat mengikuti training kami.

Untuk info lebih lanjut Anda bisa menghubungi Kami melalui :
Whatsapp : 0813-9245-7755 (Nira) / 0811-355-2471 (Lala)
Telp. 0274-502-6085

Hallo !

Pilih salah satu tim Marketing kami

Marketing Nira Sekar
6281392457755
Marketing Lala Zhaveera
628113552471
PT Narada Katiga Nusantara
Hai, apakah membutuhkan informasi?
×
Membutuhkan informasi?